Home Uncategorized Bansos HMI Cabang Surakarta Lawan Covid-19

Bansos HMI Cabang Surakarta Lawan Covid-19

13
0
Penyerahan Bansos sembako kepada salah satu pemulung saat ditemui di pinggir jalan. (FAJAR/LAPMI SURAKARTA)

Lapmisurakarta.com, Surakarta – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surakarta gelar bantuan sosial sebagai partisipasi aktif melawan Covid-19 dengan membagikan masker gratis dan sembako bagi warga yang rentan secara perekonomian di kawasan Surakarta, pada Minggu (12/4).

Pada dasarnya, masker gratis dan sembako ini dibagikan kepada masyarakat pemburu rezeki, seperti pemulung, buruh jalanan, pedagang kaki lima, asongan dan penjual di pasaran, yangmana hasil kegiatan sehari-harinya digunakan untuk penyambung hidup keluarganya.

Serah terima Bansos oleh Romadhon selaku Formateur HMI Cabang Surakarta kepada Hendro Martono selaku Ketua RT kelurahan Timuran Banjarsari. (FAJAR/LAPMI SURAKARTA)

Romadhon selaku Formateur HMI Cabang Surakarta mengatakan bahwa kegiatan bantuan sosial ini adalah bagian dari gerakan HMI Cabang Surakarta sebagai respon terhadap wabah Covid-19 yang telah memberikan dampak disemua lini kehidupan, tak terkecuali sektor perekonomian.

“Semenjak himbauan maupun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk melakukan Physical Distancing, Work From Home (WFH), hal ini tentunya berdampak besar terhadap perekonomian. Dampak yang kita rasakan bisa dilihat para pekerja harian yang penghasilanya tidak menentu, mereka mengatakan penghasilan menurun drastis, belum lagi bicara para pekerja yang menurut data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) ada 500 lebih pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),” bebernya.

Disisi lain, pendistribusian ini disalurkan kepada Yayasan Tuna Netra dan warga Kentingan baru yang baru saja mengalami penggusuran.

Hendro Martono selaku Ketua RT. 01, RW. 01 kelurahan Timuran, Banjarsari mengungkapkan bahwa, dengan adanya bantuan ini bisa digunakan di masa Physical Distancing juga Sosial Distancing. Sehingga, akan memberi kemudahan bagi masyarakat yang renta terdampak secara ekonomi khususnya.

“Pemangku kebijakan harus cepat bangun, karena banyak elemen masyarakat yang hari ini terus bergerak. Oleh karena itu pemerintah seharusnya bergegas dan berani menggunakan kuasanya dalam mengatasi pandemi tersebut, terutama untuk melindungi para pekerja informal yang hari ini butuh keinsentifan,” tegas Romadhon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here