Home Uncategorized Tanggap KLB Covid-19, Gebregkan Sosialisasi Penuh

Tanggap KLB Covid-19, Gebregkan Sosialisasi Penuh

6
0

Lapmisurakarta.com, Opini – Status situasi Keadaan Luar Biasa telah ditetapkan kepala daerah dan kampanye pencegahan penularan Covid-19 telah dilakukan. Namun keadaan belum kembali normal sehingga perlu dinaikkan statusnya dan keadaan memaksa mengarah ke lockdown.

Lockdown merupakan tindakan karantina wilayah, bisa dimulai dari keluarga, RT, RW, Desa, Kecamatan maupun tempat-tempat umum yang artinya tidak ada akses keluar masuk di wilayah tersebut. Sehingga kebutuhan pokok dasar harus disiapkan.

Seandainya saya menjabat sebagai Kepala Desa, ada beberapa tahapan yang akan saya lakukan sebelum mengambil kebijakan lockdown di desa sendiri, yakni; (1) Mengumpulkan seluruh perangkat desa ditambah Bintara Pembina Desa TNI AD (Babinsa) dan Bintara Pembinaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), KUD, dokter, bidan, mantri desa dan tokoh masyarakat lainnya, (2) Mendata jumlah orang yang ada di desa, (3) Mendata stok sembako yang ada di desa, (4) Mendata kebutuhan sembako masing-masing individu selama kurang lebih tiga bulan, sehingga akan ada proses sinkronisasi antara ketersediaan dan kebutuhan, (5) Mencari kekurangan sembako ke desa atau tempat lain untuk menutup kebutuhan tersebut, (6) Selain kebutuhan pokok juga memastikan ketersediaan obat-obatan, hal ini menyesuaikan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, (7) Sosialisasi lockdown dan memahamkan alasan lockdown ke masyarakat desa, sehingga warga tidak merasa dibuat panik oleh pemerintah (8) Meminta batuan dari Babinsa dan Babinkamtibmas untuk menertibkan keadaan lockdown, (9) Menyediakan hiburan di setiap masing-masing rumah, dipertimbangkan bahwa kaum milenial sekarang membutuhkan asupan hiburan yang konkrit seperti Kouta internet dan WiFi gratis, (10) Melakukan sosialisasi dan mengajak warga desa di masing-masing rumah untuk mengantisipasi ketika masa tenggang lockdown sudah habis dan keadaan belum membaik, (11) Memberikan reward tambahan kepada Babinsa, Babinkamtibmas, tenaga medis, karena ketika semua lockdown merekalah yang tetap bekerja, (12) Menetapkan keadaan lockdown terkini, (13) Mengerahkan seluruh anggaran desa untuk mencukupi kebutuhan tersebut.

Seperti halnya bahwa ‘Ekonomi yang mati masih dapat dihidupkan kembali tetapi ketika manusia yang mati tidak dapat dihidupkan kembali’. Dengan harapan keadaan lekas membaik dan saya optimis kita semua pasti mampu melewatinya.

Penulis : Brilian Kusuma Ardi

(Mantan Ketua Umum HMI Cabang Surakarta 2019-2020)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here