Home Uncategorized Simposium Pendidikan Mn Kahmi Teknologi, Industri Dan Pendidikan

Simposium Pendidikan Mn Kahmi Teknologi, Industri Dan Pendidikan

2
0

UNS – Dalam rangka memperingati MILAD HMI ke 72, KAHMI bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Islam cabang Surakarta untuk mengadakan agenda Simposium Pendidikan. Acara ini di laksanakan hari Sabtu, 16 Februari 2019 yang bertempat di UNS INN yaitu sebuah HOTEL milik Universitas Sebelas Maret sendiri. Acara ini dibuka pada pukul 09.00 itu mengahadirkan 4 pembicara dan 1 lagi rektor UNS sendiri selaku tuan rumah. Laporan ketua panitia yaitu bapak Abdu Rahman, bapak Menristekdikti Mohammad Nasir diwakilkan bapak Muhammad Timyati, direktur penguatan riset dan kementerian risetdikti. Bapak Kemendikbud, Muhajir Effendi, diwakili bapak Ananto Kusumo Seto, kepala staff pengembangan inovasi dan daya saing bangsa. Tujuan dari simposium ingin memberikan masukan untuk dipertimbangkan dalam jenjang pendidikan. Nah tujuan setelah mengikuti simposium ini adalah memberikan kebijakan strategi untuk sumbangan kepada pemerintah, marilah kita berpikir yang lebih mendalam dan kritis tentunya.

Acara ini di buka oleh kakanda Prof. Laode selaku presidium majelis nasional. Beliau kemudian sedikit membahas mengenai pendidikan di Indonesia itu seperti apa jika di pengaruhi oleh teknologi, maka barulah memulai sesi pembicara utama yang pertama mengenai Pembangunan SDM dan Perbaikan Segala Bidang oleh bapak Timiyati. Kita tahu bahwa dunia dipenuhi dengan teknologi, warga Indonesia dihadapkan dengan hal itu sedangkan negara luar seperti Jepang sudah bisa menyeimbangkan penggunaan teknologi, mereka mampu menggunakan. Seperti halnya penggunaan teknologi transportasi go-jek, bisa jadi 10 tahun ke depan akan menjadi go-drown untuk pergi, sehingga untuk mengurangi kemacetan. Dalam mengantisipasi hal ini maka kita mempunyai peluang yang luar biasa dalam menghadapi bonus demografi, maka dengan ketersediaan waktu beberapa tahun ini kita sebagai mahasiswa juga pendidik serta masyarakat harus bisa mengatur dan mengelola mengenai perekonomian juga teknologi yang ada, karena dari situlah yang akan menentukan keberhasilan dalam menyikapi bonus demografi tersebut. Intinya bahwa perkembangan teknologi ini membuat manusia terlena, semua praktis jika untuk memulai usaha tanpa memiliki modal sedikitpun, itulah bagaimana kita harus bergegas mengikuti perkembangan teknologi agar tidak terlindas teknologi yang berkembang.

Pembicara utama yang kedua adalah Mendikbud yang diwakili oleh bapak Ananto.  Kata beliau bahwa tugas pendidikan itu ada 2, yaitu menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan zamannya, pendidikan dapat dikatakan sukses apabila siswa bisa terfasilitasi. Seperti halnya sebuah pengetahuan zaman sekarang dengan dahulu berbeda, jika sekarang ilmu pengetahuan itu harus di imbangi dengan teknologi, jika tidak ya tidak akan berkembang pula sistem pendidikannya.

Dengan berkembangnya teknologi ini maka jenis pekerjaan nantinya akan digantikan oleh mesin robot. Maka dari itu penggerak pendidikan harus bisa bagaimana cara mendidik anak, dan bagaimana menghasilkan lulusan untuk mencetak teknologi yang sekarang belum bisa. Begitulah segala produktivitas perlu di upgrade karena tingkat inovasi kita masih di proses no 5 di asia.

Sebagai manusia yang ditakdirkan menjadi manusia berpendidikan, maka kita sebagai pendidik mempunyai keharusan dalam melakukan sebuah perefleksian untuk terus melakukan:

  1. Pendidikan itu memanusiakan manusia, meski dengan kemajuan teknologi sesuatu hal itu tidak bisa di rubah nilainya, janganlah merobotkan manusia.
  2. Mendefinisikan sosok lulusan, kita harus mengerti batasan lulusan seperti apa, sistem apa yang akan kita bangaun
  3. Perbaikan kurikulum, hal ini sangat penting bagi guru atau dosen, tanpa kurikulum pendidikan tidak akan tercapai, serta sebisa mungkin kurikulum di buat secara fleksibel
  4. Mengintegrasikan karakter literasi dan kompetensi, perlu pemahaman lagi bahwa literasi itu bukan hanya membaca, tapi juga menulis berkarya bahkan sekarang literasi adalah dalam bentuk digital.

Inilah bentuk kolaborasi teknologi industri 4.0 yang di terapkan dalam pendidikan, karena teknologi 4.0 cirinya berkolaborasi seperti Himpunan Mahasiswa Islam.

  • Membentuk intepreneur muda, maksud disini yaitu bahwa kita harus mengembangkan ide-ide kreatifitas dalam berkarya entah apapun, jika pendidikan maka kita harus kreatif menerapkan model pembelajaran yang efektif seperti; HOTS, PBL dan yang sering digunakan adalah INQUIRY.

Tenaga kerja itu bukan di tuntut berapa nilai ijazahnya, IPK nya, lulusan apa, namun lebih ditekankan pada aspek bagaimana kamu mampu melakukan pekerjaan itu tidak. Jadi marilah kita mengubah pendidikan kita, gunakan otak kiri dan kanan secara seimbang, kebanyakan kita menggunakan otak kiri kita sebagai arah kelogican atau dunia teknologi 4.0 ini salah satunya. Sedangkan otak kanan adalah aspek emosional diri seperti simpati, empati, kolaborasi, crithical thinking guna mengubah teknologic skill menjadi human skill.

Pembicara yang di undang di moderatori oleh bapak Munawir Yusuf

Pembicara pertama yaitu bapak Muchlas Samani, beliau akan menyampaikan mengenai Problematika Guru.

Diawali dengan pembahasan mengenai buku yang membahas mengenai tunjungan guru atau dosen yang tidak merubah cara mengajar, anak sekolah itu tidak belajar, SMK itu adalah salah jurusan. Jika dalam bersekolah yang berperan guru, dosen atau siswanya? Dan pada hal ini akan terjadi pembaharuan kurkulum.

Kini disebutkan jelas bahwa masalah yang ada pada guru adalah:

  1. Distribusi

Realitanya yaitu bahwa penyebaran guru mengajar tidak merata, kebanyakan guru berada di kota, sedangkan di desa sedikit bahkan sampai tidak ada gurunya.

  • Ketersediannya grand desain guru

Maksudnya apakah ada pembinaan dan pelatihan guru, termasuk pembagian tugas guru secara jelas, bahkan mungkin terjadi tumpang tindih juga kekosongan.

  • Ketidaksignifikanan mutu guru

Hal ini berkaitan dengan uji coba, prestasi maupun kesiapan pengajar, karena nilai yang ada kadang tidak ada bedanya antara S1, S2 maupun S3.

Menurut UU 14 tahun 2005, bahwasanya pengajar itu direkrut dari lulusan PPG, karena syarat mengajar adalah memiliki sertifikat atas hasil profesi.

Hal ini maka bagaimana solusinya dan bagaimana KAHMI dapat berperan di sana?

  1. Menjaga keseimbangan supply-demand.
  2. Melakukan pembinaan guru PPG
  3. Menyiapkan mutu guru yang profesional

Bapak Muchlas mengusulkan jangan menutup S1 karena akan sia-sia, gedung sudah tersedia. PPG dikendalikan. Kita perlu menyiapkan guru yang lebih profesional dibandingkan guru di masa lalu, karena nanti sekolah kita berubah, contoh: sekolah online.

Pembicara yang kedua adalah bapak Ravik Karsidi yang akan menyampaikan mengenai Revitalisasi Pendidikan Kebangsaan. Sesuatu hal yang mencakup komponen pendidikan yang bersifat dasar yaitu pendidikan kebangsaan.  Ada berbagai masalah dalam kebangsaan yang diakibatkan  oleh:

  1. Kebingungan dalam menyikapi dampak revolusi, perubahan terjadi dari tahun ke tahun, yang dita pertanyakan adalah apakah bangsa kita siap menghadapi sebuah revolusi tersebut? Pada dasarnya bangsa kita masih bingung apa yang akan diperbuat.
  2. Proses dehumanisasi, yakni sesuatu yang akan menimbulkan kesulitan dalam mencari perlindungan sosial
  3. Proses industrialisasi, industrialisasi adalah adanya proses perubahan teknologi dari sederhana menjadi modern. Hal ini juga akan menimbulkan konflik antara skala dan sifat bangsa itu sendiri.

Dari akibat diatas maka akan menimbulkan krisis kebangsaan, yang mana mereka akan menguatkan paham radikal dan menganggap lunturnya nilai kebangsaan, ya karena hal ini dikaitkan dengan paham agama. Pun cara pandang Radikalisme itu berbeda dengan agama, karena radikalisme lebih menekankan kodrat Indonesia adalah plural, maka berkembangnya pandangan bahwa hanya dirinya atau kelompoknya adalah yang paling benar adalah salah satu prinsipnya. Bagaimanapun juga bangsa Indonesia harus bisa menghadapi tantangan kebangsaan ini, mereka yang harus menghayati kebhinekaan Indonesia serta menjadi patron keteladanan sikap dan perilaku dalam menciptakan keharmonisan, kesatuan bangsa.

Selanjutnya pembicara yang terakhir adalah bapak Dede mengenai Relasi Pendidikan dan Industri.  Ekonomi dan industri jika dikuasai, maka umat muslim akn memimpinnya. Sebuah bisnis ekonomi yang paling kuat dan besar adalah batu bara, di sana batu bara di olah kemudian di jual, yang kedua adalah  sawit,  yang dijual yaitu bahan minyak curahnya.

Ada sebuah pemaparan data bahwa afirmasi riset indonesia itu kurang, dibandingkan dengan jepang dan korea selatan. Melihat dari negara yang mengembangan inovasi juga teknologi dengan baik, hal itu di karenakan karena ada sebuah mandat yang mereka itu ditugasi untuk membuat kebijakan pengembangan tersebut, salah satunya adalah riset seperti publikasi internasional, dan yang paling bagus sat ini yaitu jurnal yang berindeks skopus jika di Indonesia, merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Sekarang perguruan tinggi diminta untuk membuat program spin off, itu adalah Inkubasi bisnis, yaitu penemuan peneliti dalam menemukan teknologi baru untuk menghasilkan produk. Nah itulah Indonesia akan menjadi baik jika umat manusianya bisa menguasai teknologi. Salah satu untuk menjadi negara yang kreatif dan maju, maka kita harus memperkuat temuan baru teknologi untuk bisa dipublikasikan sampai penjualan dan guna meningkatkan perekonomian bangsa. Oleh karena itu sebagai warga negara tidaklah mengandalkan Sumber Daya Alam saja, karena lama keamaan akan habis jika di pakai terus menerus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here