Home Uncategorized Refleksi Milad HMI ke-72 “Bergegaslah Berubah dan Carilah Jalan Keluar demi Himpunan...

Refleksi Milad HMI ke-72 “Bergegaslah Berubah dan Carilah Jalan Keluar demi Himpunan kita”

2
0

Pertama-tama mari mengulas sejarah HMI terlebih dahulu, sudah tahu kan sejarah itu apa? Sejarah adalah suatu kilas perjlanan manusia pada masa lampau yang biasanya di gunakan sebagai acuan atau cerminan diri untuk masa depan, ya intinya sebagai pengingat lah. HMI adalah kepanjangan dari Himpunan Mahasiswa Islam. Bahwasanya kita pasti sudah hafal siapa, kapan dan dimana HmI di dirikan, ya Himpunan ini di dirikan oleh Lafran Pane  pada tanggal 05 Februari 1947 yang bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1366 H di kediaman kota Yogyakarta. Ingatkah apa tujuan awal di dirikannya HmI teman.? Tujuannya yaitu menjaga keutuhan NKRI, mempertinggi derajat rakyat Indonesia dan menegakkan juga mengembangkan agama islam. Sampai sekarang tujuannya bukan seperti itu lagi kan? Ya tujuannya yaitu “terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafkan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil, makmur yang di ridhoi Allah SWT. Saya suka sekali dengan bunyi tujuan HMI ini, entah kenapa? Tapi yang terpenting adalah tujuan itu berhasil di realisasikan.

Ciri khas yang di miliki HMI adalah bersifat Independen, yakni sebuah organisasi mahasiswa yang sejak dahulu berdiri sendiri tanpa adanya pihak maupun partai yang mengoalisikan. Sebuah organisasi paling tua diantara organisasi lainnya, sampai sekarang Alhamdulilah masih tetap eksis dan menyebar ke seluruh kota bahkan ada negara di Malaysia. Hal itu karena adanya unsur keindependensiannya sebagai organisasi kader.

Sekarang, saya akan menulis sedikit bagaimana keadaan Himpunan kami hingga sudah mencapai umur ke-72 tahun, semoga akan tetap kokoh walaupun sudah bertambah angka banyak. Mari kita pandang HmI zaman dahulu dan sekarang! Bayangkan saja deh. Dahulu nilai-nilai keislaman sangat kuat, ya namanya juga berasaskan Islam. Kalian tahu sendiri kenapa Islam? Ya karena Islam itu adalah sebuah agama yang di ridhoi Allah dan merupakan ajaran yang haq sempurna. Namun, zaman sekarang nilai-nilai keislaman sudah mulai memudar, ya bukan memudar lah tapi sedikit demi sedikit mulai mengikis luntur. Seperti halnya sekarang adalah sebuah kepentingan dan kekuasaan kebanyakan telah meracuni individual kader. Menginjak revolusi industri 4.O dan mulailah kita berjalan bebas dengan sendirinya mengikuti perkembangan zaman, politikpun bebas beredar dimana-mana. Keadaan kepengurusan dalam struktur organisasi seenaknya sendiri hingga menimbulkan kontroversi, hingga berlanjut kepanjangan. , waooo keras sekali kan. Rumiit sekali pokoknya, karena mereka mementingkan diri sendiri.

Bukan hanya persoalan keislaman saja menurut saya, ada seperti sebuah kecerdasan, keintelektualan seorang kader juga berbeda. Bagaimana ayo kita pertanyakan tingkat literasi kader HmI?mungkin susah ya, ya rendah dan ada yang tinggi, karena ini berdasarkan wilayah masing-masing bagaimana seniornya mengajarkan dan memberikan sebuah contoh kepada kader juniornya.

Ada lagi, mungkin mengenai keseriusan ber HmI teman, pada dasarnya ada sebuah keluhan bahwasanya mencari kader HmI adalah susah gimana begitu, karena yang dulunya menjadi organisasi internal berlanjut menjadi eksternal dan baru-baru ini ada keputusan akan di jadikan organisasi internal. Mungkin tidak masalah seperti itu, yang dipermasalahkan adalah pendidikan kader dan cara berpikir kader itu sendiri. Kader HmI di tuntut untuk berpikir kritis, krisis, cepat dan tanggap menghadapi sesuatu hal.

Saya mau tanya, apakah anggota kader yang kalian rekrut akan selalu stay di Himpunan kita ini? Ku pikir tidak, adakalanya mereka akan bosan dan ingin keluar pastinya.  Menyikapi hal tersebut maka perlu kesolidan antara pengurus dan anggota, pikirkan bersama solusi terbaik dan jangan hanya diam membiarkannya pergi, renungkanlah apa kesalahan diri kita pribadi. Ya itu juga bisa di jadikan sebuah refleksi keorganisasian kita.

Bisa saya simpulkan bahwasanya karena penyebaran Himpunan Mahasiswa Islam ini di berbagai wilayah jawa maupun luar jawa, ya tidak serta merta akan sama pola ber HmI nya. Maka dari itu, marilah kita menjadi angota himpunan yang bersinergi, bersatu dalam tubuh, jiwa dan pikiran yang sama untuk mencapai tujuan yang berkeliang di kepala kita demi mencapai sebuah peradaban yang memumpuni tanpa mengurangi sebuah nilai yang diajarkan dan dititipkan oleh bapak kita Lafran Pane.

Kita generasi muda, generasi emas dalam Himpunan Mahasiswa Islam, sadarlah dan bangkitlah!!!! Selamat milad himpunanku, himpunanmu yak pastinya adalah himpunan kita semua yang ke-72 ini, semoga semua problema bisa teratasi dan kembali berjalan normal kala masa engkau bapak Lafran Pane. Perjuangan yang rumit adalah sebuah ujian bagi diri kita, maka jangan pernah merasa terbebani dan putus asa terhadap aktivitas yang kita lakukan.

Bahagia HmI, Jayalah Kohati, YAKUSA!!! Yakin Usaha Sampai!!!

Oleh : Fajar Nur Annisa

Surakarta, 10 Februari 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here