Home Uncategorized Masih Berperankah HMI untuk INDONESIA ?

Masih Berperankah HMI untuk INDONESIA ?

2
0

Indonesia sudah tidak dikatakan muda lagi sebagai sebuah negara, sejak di proklamirkan pada tahun 1945 bulan Agustus, sekitar 64 tahun yang lalu. Sudah banyak perubahan yang terjadi dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Dari perekonomian yang mulai merangkak, sosial mengalami pembaharuan ke arah masyarakat modern dan informasi, serta perombakan kepemimpinan dan politik yang belum juga menemukakan jati diri.


Sejarah Indonesia tidak terlepas dari sejarah perjuangan HMI, beberapa tokoh bangsa non-HMI juga membenarkan pernyataan tersebut. Hal ini tidak lepas dari lahirnya HMI yang selaras dengan jalan perjuangan bangsa mempertahankan kedaulatan NKRI. Sebut saja setelah beberapa saat penjajah kembali dan beberapa pemberontakan yang terjadi di dalam negeri. HMI sedikit besar berperan memperjuangkan tegaknya NKRI. Dalam peristiwa ini, yang peling mencolok adalah pada saat DN AIDIT, ketua PKI saat itu setelah Tan Malaka, mengingkan untuk membubarkan HMI sebagai organisasi Islam. “pakai sarung saja jika tidak bisa membubarkan HMI” teriak DN AIDIT. Namun apa kenyataannya, HMI masih berdiri kokoh hingga sampai saat ini.

Sejarah memberikan kita cermin, bagaimana kita bersikap dalam segala situasi, memberikan kita referensi untuk bertindak di tengah dinamika yang terjadi, yang terus berubah dan berkembang. Namun sejarah tidak lantas menjadi piala yang harus menjadi bantal untuk berimpi, dan terus menikmati dalam romantisme stagnasi. Justru dari sejarahlah seharusnya kita dapat belajar, bagaimana kita saat ini berperan.

Keadaan sekarang, diamnya anak merdekaan secara legalitas dan pengakuan atas kedaulatan sudah terbentuk, apakah HMI masih mempunyai peran yang berarti untuk membangun. Mungkin ini masalah yang masih menjadi janggalan, yang kemudian solusinya menjadi dasar arah gerak bagi organisasi tertua di Indonesia ini. Lalu pada kenyataannya, bagaimana organisasi ini bergerak, apakah gerakan-gerakan yang dilakukan menyentuh pada substansi perjuangan ini yang kemudian harus menjadi pembahasan, masyarakat madani akan hanya menjadi wacana di dalam gedung-gedung mewah, bukan lagi menjadi tujuan perjuangan.


Idealnya sebuah organisasi adalah jika organisasi tersebut berada di dalam ranah perjuangannya sesuai dengan nilai-nilai yang tertanam. Di dalam HMI, kita mengenal lima kualitas insan cita, HMI adalah organisasi yang memang di bentuk untuk ikut serta membangun masyarakat Indonesia, sesuai tujuan HMI pada pasal 4 bahwa HMI bertanggung jawab atas terciptanya masyarakat yang adil dan makmur. Hal ini jelas, dengan landasan islam sebagai agama yang rakhmatinlil’alamin, tidak ada sebuah perbedaan dalam rangka untuk membangun. Pluralitas yang di angkat menjadi riill, jika perbedaan tidak menjadi tembok besar yang membedakan.

Oleh : Rama Aulia – Direktur Umum LAPMI HMI Cabang Surakarta 2011-2012

Surakarta, 19 Januari 2012

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here